SMP PGRI 1 BUDURAN

Pengawas Apresiasi Gelar Karya Kokurikuler SMP PGRI 1 Buduran

Berita 2

SIDOARJO – Gelar Karya Kokurikuler dan Peringatan Hari Disabilitas Internasional SMP PGRI 1 Buduran mendapat apresiasi dari pengawas SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Abdul Gofur, S.Pd, M.Pd di Aula Pandan Wangi SMP PGRI 1 Buduran, Jum’at (5/12/2025).

Karya yang digelar adalah produk kreativitas siswa KKSB (Kelas Khusus Seni Budaya) dan siswa kelas khusus peminatan.

Kegiatan tersebut dihadiri juga oleh Kepala SMP PGRI 1 Buduran, Indrajayanti Ratnaningsih, S.Si, M.Pd, Gr.; Kepala SMPN 2 Sedati, Bambang Riyanto, S.Pd; Wakil Kepala SMP PGRI 1 Buduran, Dra. Hj. Eva Wahyuda, M.Pd; para guru dan tenaga kependidikan SMP PGRI 1 Buduran; serta para orang tua/wali murid kelas VII SMP PGRI 1 Buduran.

Kokurikuler adalah kegiatan pembelajaran di luar jam pelajaran inti (intrakurikuler) yang dirancang untuk memperkuat, memperdalam, atau memperkaya pemahaman siswa terhadap materi yang sudah diajarkan di kelas. Sekaligus mengembangkan karakter dan kompetensi secara lebih menyeluruh, seperti di antaranya pembelajaran proyek.

Pengawas SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Abdul Gofur, S.Pd, M.Pd mengatakan, SMP PGRI 1 Buduran merupakan salah satu SMP swasta terbaik di Kabupaten Sidoarjo. Mempunyai kedisiplinan yang tinggi, dengan waktu masuk pada pukul 06.30. Selain itu, mempunyai banyak keunggulan dibanding yang sekolah lain.

“Berdasarkan laporan: lulusan SMP PGRI 1 Buduran yang diterima di SMAN/SMKN dan sekolah SMA/SMK swasta, menunjukkan mempunyai karakter yang lebih dalam bertutur kata, sikap, dan perilaku. Hal ini terwujud karena di SMP PGRI 1 Buduran pembiasaan-pembiasan sudah menjadi budaya, bahkan karakter,” katanya.

Abdul Gofur memberikan contoh: pada saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMP PGRI 1 Buduran. Pengawas sekolah datang selalu dikawal oleh para guru, para siswa datang dan duduk dengan tertib. Sudah ada SOP (Standar Operasional Prosedur) yang diterapkan. Di antaranya budaya 5S (salam, sapa, senyum, sopan, santun).

“Ada catur pendidikan yang perlu diperhatikan: orang tua, guru, murid, dan relnya (pembiasaan yang baik). Oleh karena itu, perlu kerja sama semua pihak untuk mendidik anak-anak. Terlebih, tidak semua orang tua fanatik dengan sekolah negeri. Sebab, dalam pendidikan yang penting hasil proses pendidikan sebagai buktinya,” ujarnya.

Menurutnya, keunggulan lain SMP PGRI 1 Buduran adalah satu-satunya SMP swasta di Kabupaten Sidoarjo yang dipercaya oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, untuk menyelenggarakan KKSB (Kelas Khusus Seni Budaya). Terlebih untuk era sekarang dihubungkan dengan kecakapan digital. Namun, pemakaian HP android harus diimbangi dengan penanaman karakter yang baik.

“Dalam pendidikan, saling melengkapi: intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Dalam hal ini, orang tua harus percaya bahwa biaya pendidikan akan diganti oleh Allah SWT. Caranya dengan bekerja sama antara pihak sekolah dan orang tua, serta selalu memohon kepada Allah SWT. Insya Allah, para siswa akan menjadi anak-anak yang sholih dan sholihah. Oleh karena itu, kehadiran orang tua pada kegiatan ini sangatlah penting,” jelasnya.

Ketua panitia, M. Agus Setiawan, S.Pd melaporkan, gelar karya tersebut merupakan puncak dari proses yang dijalani oleh para siswa dalam pembelajaran korikurikuler. Siswa KKSB kelas VII dan VIII ditampilkan semua, adapun untuk untuk kelas peminatan hanya ditampilkan sebagian saja. Sebab, mengingat waktunya yang tidak mencukupi.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini,” ujarnya.

Pada gelar karya tersebut, ditampilkan: paduan suara inklusi, presentasi materi makanan sehat dan bergizi, seni drama, seni tari, seni karawitan, karya lukisan, serta makanan sehat bergizi. Usai kegiatan, para orang tua/wali murid memberikan apresiasi dengan membeli produk makanan sehat bergizi karya para siswa.

(Koesmoko, Humas SMP PGRI 1 Buduran)